Ideologi Dalam Nama

Sebuah nama, sebuah aliran.

Sebuah nama, sebuah ideologi.

Dalam sebuah nama, ada makna.

Apapun namanya nama, Nurul Fajriyah adalah kepunyaanku. Lol

Tak tahu kenapa, hanya ingin mem-posting bahwa saya adalah seorang wanita yang mencoba menganut suatu aliran atau ideologi atau apalah. Namanya Nurulisme. Ya, mungkin nama akun twitter @nurulistis terdengar aneh, alay, lebay atau apalah namanya. Jujur, awalnya saya mau membuat akun twitter @nurulisme atas dasar sebuah nama sebuah aliran. Tapi you know, jejaring sosial itu resek, gak memenuhi permintaanku.

Intinya, namaku Nurul Fajriyah (Alhamdulillah) bermakna cahaya fajar. Kedengarannya bak orang suci yang selalu terdepan. The dawn, fajar, menandakan awal dari segala awal😉

Bagi kedua orang tuaku, harapan dalam nama tentu saja terselip.Selain mengandung filosofi, yakni kelahiranku di saat terbitnya fajar, aku juga menjadi termotivasi untuk selalu siaga di kala fajar. Oh No. Kedengarannya sangat rumit.

“Pokoknya, bagaimana anak ini nanti bisa sigap bak fajar yang menyingkap kegelapan,” itu asumsiku, mengenai apa yang mendasari orang tuaku memberi nama itu. Bagiku, dan bagi semua orang, ya nama itu lumayan klasik. Mengingat ada ribuan bahkan mungkin jutaan manusia bernama Nurul, atau sekadar Nur di awalan namanya. Tapi tak apa. Saya cukup bangga.

Tapi pada kenyataannya, saya ternyata punya nama sebelum Nurul Fajriyah.

Fatiyah Wahyuni.Cukup manis, pikirku.  Jika nama itu tetap milikku, mungkin sekarang panggilanku adalah Tia, atau Yuni. Dulu, memang aku dipanggil Yuni. Hmm, sangat manis, semanis Yuni Sarah LOL.

Entah mengapa, kemudian bertransformasi menjadi Nurul. Tak apa. Aku senang. Toh, nama juga merupakan identitas. Dari nama yang kearab-araban, aku bangga dilihat sebagai seorang muslim. InsyaAllah nama anakku bakal lebih indah dan ada unsur Arabnya (amin).

Lanjut ke masalah ideologi. Namaku, adalah ideologi yang kupegang. Dari maknanya, identitasnya dan penyebutannya. Filosofi sebuah nama yang membuat pemiliknya, mudah-mudahan termotivasi. Terus termotivasi. Meski, jujur. Agak sulit bagi seorang labil seperti aku ini. *sigh*

At least, kita mau mencoba. Setiap hari, berlatih untuk mendekati target.

Target ideologi. Dimana nanti, Insyaallah aku akan dikenal sebagai seorang wanita idealis karena memegang teguh ideologinya. Btw, saya googling dan menemukan banyak result bernama Cahaya Fajar. Entah itu blog, facebook dan semacamnya. But I dont really care. Toh, makna namaku memang itu kok. Mari saling menyemangati. Fastabiqul Khaerat ya. Ayo cahaya fajar yang lain serukan AMIN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s