If Eye Could Speak

Judul postingan terinspirasi dari judul lagu Devon Werkheiser. Lagu itu pertama kali dikenalkan seorang teman, bernama Ayu Anugrah. Saya kebetulan utak-atik playlist hp nya. Well, jujur, secara keseluruhan, musiknya kurang sreg di telingaku. Mungkin karena faktor telingaku adalah telinga alien hehe. Tapi jangan salah, liriknya cukup memukau diriku. Check this one out!

If eyes could speak
One look would say everything
About the way you smile
The way you laugh, the way you dress
The way your beauty leaves me breathless

If eyes could speak
I wouldn’t have to talk

Coba banyangin kalau mata betul-betul bisa ngomong. Lewat visualisasi, semuanya bakal terungkap. Tentu saja di sini kita bakal bahas dengan unsur merah jambu alias cinta. Mata. Layaknya simbol ketika orang jatuh hati, dari mata jatuh ke hati. Begitu katanya. Mata, panca indera yang cukup jujur melalui apa yang ditangkapnya. Meng-captured pemandangan luar yang tampak dari seseorang.

Seseorang. Yah, seseorang. Oh, kata-kata seseorang mungkin  bisa membuatku galau setengah matang. Dari tatapan mautnya. Dia seakan bicara.Membalas haus rinduku yang lama tak terobati. Satu rangkuman yang keluar dari mulutku sejak malam pertemuan mata kita saat itu. (Tidak saling menyapa. mata menyimpan rasa). Which means, our eyes has something to say. So, what would it be, IF EYE COULD SPEAK ?

Tak perlu dijawab. Semua tahu jawabannya. Tak ada yang berharap itu bakal jadi nyata. Bayangkan saja, jika itu terjadi, akan ada banyak ketimpangan yang terjadi terkait rasa. Yang menjadi topik utamanya adalah, sebut saja, manusia hanya suka berandai-andai. Mengandaikan, mata yang bisa membahasakan rasa. Terlalu mendayu-dayu. Gejolak dan hasrat yang besar, seakan berharap dia tahu akan perasaan merah jambu dalam palung hati. Namun, di sisi lain, hati ada hakikatnya tak berkehendak semua itu menjadi nyata. Its better off this way.Hah

Jadi, marilah kita saling sapa lewat mata. Biarlah mata selamanya  menyimpan rasa. Toh, rasa silih berganti seiring bergantinya visualisasi sebuah objek. Objek bernyawa. Yang selalu indah dengan unsur hati. Oh hati. Sudahlah😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s