Ke-hati-an Ke-retak-an

“And I don’t want the world to see me, cause I don’t think that theyre understand. When everything meant to be broken. I still don’t want you to know who I am,”

Lirik Ronan Keating yang mengalami sedikit perubahan. Sesuai dengan suasana hati.
Apakah kau punya masa dimana hanya ada kamu serta keyakinanmu?
Ketika kau mencoba berdiri sendiri, memegang teguh keyakinan itu karena kau hanya yakin?
Tapi menurutku apa yang diyakini pada hakikatnya berorientasi pada kebaikan diri.
Taruhlah itu yang dipikirkan seorang manusia di luar sana.

Well, apapun yang kau katakan, kadang kita mengalami keretakan.
Dengan siapapun, bahkan dengan orang terdekat sekalipun.
Jiwa dan pikiranmu melayang. Seakan mencari kebenaran sepihak.

Kadang ada saat kita harus menunjukkan amarah.
Emosi yang menunjukkan kepada mereka bahwa kita juga sama seperti mereka. Manusia Tuhan.
Layaknya manusia lainnya, yang mempunyai emosi meski kadang menyalahgunakannya.

Di sini, saat ini, ada sesuatu yang retak.
Anggaplah itu sebuah organ bernama hati.
Organ vital dalam tubuh manusia yang terikat dengan pikiran.
Pikiran pun begitu.
Ada yang bilang, hati terletak di otak.
Otak yang menggerakkan saraf, memerintahkan semua organ  bereaksi.
Reaksi, meski salah, terkontaminasi oleh otak yang mungkin retak.
Otak yang retak karena hati yang retak terlebih dahulu.
Hati, the source of mind.

Entah suatu kesengajaan atau apalah.
Tapi saya merasa telah memanfaatkan emosi dengan benar.
Emosi yang diluapkan agar mereka tahu.
Bereaksi sebagai tanda kekurangan manusia.
Kelemahan manusia yang selama ini terkubur.

Hey. Jangan sering menutupi kelemahan.
Kelemahan memberikan ruang untuk saling memahami.
At least, itu jadi sarana bagi mereka untuk belajar mengerti makhluk sesama.
Bukan hanya kau yang ingin dimengerti kawan.
Cobalah sadar diri.
This world isn’t just about you, your own self.
But its about the whole human kind, all the creation of God.
We all need to live, having life, make a live!!!

O God. I never tired mentioning you in every breath I breathe.
You know I adore you so much. I can’t even tell it, how much I love you God.
But, sometimes, I just dont get it.
Why is the world get mad when I’m trying to understand them?
When I just try to living them in a good way.
I can’t even start ’em

God, please don’t answer.
I consider the answer would be
“Something weird will happen to you immediately”
Sooner or Later.
*Astagfirullahalhazim*

Oh. But I got this.
I, eventhou always considered my self as a victim,  as the desperate one,
will always fight back.
I’ll fight for God. Fight for our own good (familiy) and the afterlife.
You know, family means everything.
Even sometimes, you don’t fit in with each of them (family,red).

Kadang, saya berharap semua bisa jadi sinetron suatu hari,
Dimana ending selalu bahagia.
Tapi di sisi lain, bagian sinetron yang tak pernah kuharapkan ketika ada saja jiwa jahat yang betul-betul memanfaatkanku.
Tidak ada pengertian sama sekali.
Oh Tuhan. mengapa tiba-tiba semua jadi gelap untuk dijalani?
Seakan tak ada harap yang dipupuk di masa nanti.

*Lifting hand and pray..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s