The Woman in Black

Image

Pertama tahu kalau Daniel Radcliffe ada film baru, saya langsung lihat judulnya. THE WOMAN IN BLACK. Sumpah, gak ada niat sama sekali buat nonton. Pikirku, gak begitu menarik minat dan perhatian. Selang beberapa minggu, Alin, salah satu teman mengatakan film tersebut horor. Mirip-mirip insidious. Bikin ta’bangka. Seingatku. Insidious memang asli efektif membuatku teriak-teriak dan kejang di bioskop. Sama ketika nonton film SAW atau SCREAM 4 bersama Rofia, last year.

 

Jujur, saya penikmat film horor. Suka malah. Meski kalau nonton, saya suka meluk teman di samping saya sambil merasa excited kalau udah liat setannya. Aha aneh. bagaimana pun seramnya, saya suka. Makin seram makin bagus, meski suara teriakan saya juga dahsyat.

Kali ini, bersama Icha, saya menyaksikan The Woman in Black. Nuansa perkampungan Inggris dan penduduknya selalu mendukung sisi horor film. Tak terkecuali film yang satu ini. Setting awal, tiga gadis cilik, cantik dengan baju tradisionalnya yang khas. Tiba-tiba mereka bertiga loncat dari jendela, bersamaan. Settingan awal film tersebut membuat saya berharap banyak pada film ini. Mudah-mudahan horornya ekstra!

 

Nyatanya, biasa-biasa aja. Klasik. Banyak miripnya dengan Insidious. Masih jelas terekam di benak saya mengenai Insidious. Meski latarnya dunia modern, hantu-hantunya lawas banget. Rumah bertingkat, meski bangus tetap berasa sama dengan rumah berhantu The Woman in Black. Suara-suara kotak musik dan mainan anak-anak juga banyak miripnya dengan Insidious.

Selain itu, si pemeran utama, Daniel Radcliffe, katanya mencoba keluar dari bayang-bayang Harry Potter. Hmm, menurutku dia gak sepenuhnya keluar dari persepsi itu. Masalahnya, meski udah dapet peran bapak-bapak, mukanya tetap aja cute, hot gantengnya Harry Potter banget. Mana lagi isterinya yang udah meninggal, lebih kayak jadi ibunya.

Saya juga pernah lihat peran lain dari Daniel di December Boys. Film itu rada gaje, dan Daniel gak all out. Overall, Daniel masih membawa jiwa seorang Harry Potter. Apalagi adegan di kereta, saat ia berpegian. Seakan-akan dia mau turun di Hogwarts dan mencari asramanya. Mungkin ini karena faktor otakku yang kurang encer, jadi memahami filmnya rada lama.

Setiap hentakan dan suara khas ketika si Woman in Black muncul menggugah. Di setiap kegelapan, ia muncul. Usut punya usut, siapapun yang melihat wanita serba hitam di rumah berhantu itu, bakal jadi penyebab kematian anak-anak di desa itu. Awalnya kurang ngerti karena setiap warga dan anak yang melihat Skipp (kalau gak salah nama Daniel di film tsb) pasti ketakutan. Ternyata, ya itu, legendanya benar.

Awalnya satu anak perempuan mati karena menelan cairan detergen. Berikutnya ada lagi korban. warga pun dibuat resah dengan keberanian Skipp karena sering mengunjungi rumah berhantu, dan telah melihat wanita serba hitam itu. Di tumah berhantu sendiri, Skipp kerap mendengar suara aneh. Gak jarang, si hantu wanita serba hitam mendekati dengan gayanya plus muka seram abis men.Ujung-ujungnya, daniel menemukan pencerahan atas penjelasan Elizabeth, isteri seorang bapak-bapak kaya yang anaknya juga jadi korban Woman in Black.

Intinya, woman in black mempunyai seorang anak yang dititipkan pada saudaranya. Anaknya tsb meninggal karena hilang di rawa dan mayatnya tak ditemukan. kematian anaknya yang gak jelas itu membuatnya marah. Entah saat dia marah kepada saudaranya, ia masih hidup atau sudah mati, tapi di surat-surat yang (woman in black) tulis, ia sangat amat marah dan dendam kepada saudaranya. Ia mengatakan, sikap acuh tak acuh atas kematian anaknya membuatnya geram. Ia, akan membalas dendam dan gak bakal memaafkan.

Maka dari itu, siapapun yang melihat penampakan Woman in Black, cepat atau lambat akan menyebabkan kematian anak-anak di sekitarnya. Daniel, yang akhirnya berkesimpulan, menyatukan mayat anak dan ibunya bisa meredam dendam, ternyata salah. Ia pun jadi korban, ya, film ini gaje dan payah. Endingnya, Daniel lupa bahwa si wanita gak punya kata maaf. Jadinya, pas anak Skipp, Joseph dan Nanny (pengasuh) tiba di stasiun untuk menjenguk Skipp, woman in black kembali membisikkan sesuatu kepada si anak. Joseph kemudian berlari menuju rel kereta, sementara dari arah berlawanan, ada kereta yang melaju kencang. Daniel dengan sigap mengejar anaknya, mengendongnya, dan hilang seiring perginya kereta.

 

The ending is, Skipp serta Joseph bertemu dengan almarhumah ibunya di suatu tempat yang asing. Saya menduga itu adalah dunia lain. Mereka akhirnya MATI. SEKIAN. (tell me something i dunno)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s