I Love Suci

Ya. Saya jatuh cinta. Pada SUCI.

SUCI. Stand Up Comedy Indonesia. Expecially yang tayang di KompasTV. Well, saya cukup mengikuti dari sesi 1. Saat itu, Pandji dan Raditya Dika yang jadi host-nya. Yang paling gak terlupakan adalah comic Chinese bernama Ernest Prakasa. Dia asli sukses menghibur saya lewat candaan legging macan tutulnya. Saya memang gak tiap pekan monitoring, tapi saya tahu pemenangnya Si Ryan juga sukses dengan berbagai guyonan khasnya. Selain itu dia juga punya acara sendiri bernama AlaRyan. Asli, gokil banget men. Menghadirkan bintang-bintang tamu yang gak hanya berasal dari dunia entertainment aja, tapi akademisi dan pejabat pun disabet. Mereka dibuat konyol di acara itu. You guys, should watch.

Well, sesi kedua tahun ini saya sangat antusias. Kali ini acaranya dipandu Pandji dan Akbar (Grandfinalis SUCI sesi 1). Dan karena saya mengikuti dari audisi, saya tahu persis siapa comic-comicnya. Rasa penasaran saya tiap minggu pun kerap mengganggu. Pasalnya kalau kadang lupa, merasa guilty banget kalau dilewatin tuh acara. Tapi sekarang saya lagi nonton SUCI dengan sembilan comic yang tersisa. They’re Isman. Topenk. Dika. Ge. Kemal. Imot. Boris. Ari. Gilang. Lets talk about them.

Pertama Isman. Sepertinya comic yang satu ini sudah berumur. Katanya sih dia writer. Khas tampilannya yakni mengenakan properti topi baret. Badannya juga cukup berisi. Comedy yang paling saya ingat dari dia tentang aksi The Raid dihubungkan dengan Dora The Explorer. Lumayan sih.

Kedua, Topenk. Awalnya saya pikir dia kurang lucu. Karena comedy di awal audisi tampak sedikit garing. Tapi ternyata dia cukup apik dalam mengeksplor materi baru. Seperti saat dia bicara masalah geng pesawat yang banyak fun nya ketimbang geng-geng lain semisal geng motor. Dagunya yang runcing juga memberikan imej plus.

Ketiga ada Dika. Comic yang satu ini katanya gabung di geng motor. Meski gak begitu merhatiin comedinya, dia kerap dipuji juri dan penontonnya. Well, materinya kebanyakan membahas dan mengangkat sisi lain dari geng motor.

Keempat ada Ge. Wah, jangan ditanya tentang comic ganteng satu ini. Mimik wajahnya itu loh khas banget. Agak kartunis ,pokoknya ekspresif. Dia cakep loh. Kadang sok cool. Tapi materinya selalu fresh dan pantes untuk ditertawakan. Dia all out banget. Sampai-sampai juri bintang tamu dia bikin keki. Ge juga sering dipuji juri dengan berbagai kejenakaannya.

Kelima ada Kemal. Yang satu ini juga super bikin perut mules. Arabian facenya selalu melahirkan tawa. Selalu bawa-bawa kurma supaya afdal. Asli, energik dan anak muda banget. Raditya Dika sempat mengatakan materi Kemal agak “kurang cerdas” dan Absurd tapi sukses membawa kita terpingkal-pingkal. Satu lagi, comic mancung ini juga cakep loh.

Selanjutnya ada Imot. Hmm, katanya dia adalah bad boy. Tapi mukanya juga kelihatan berumur. Yah, lumayanlah. Meski materinya kadang agak garing. Comic asal Jogja ini memang sudah membuat orang tertawa dengan melihat mukanya aja. Overall, gue gak terlalu perhatiin comic Imot. Yang pasti saat nulis ini, Imot udah tereliminasi. Hiks. GLuck ya Bang. Salam sama teman-teman saya di Jogja (berasa dia baca aja).

Udah itu ada si gokil Boris Bokir. Semua pasti pada kenal dengan aksen Bataknya yang khas. Gak tahan deh, baru denger logatnya aja udah terpingkal-pingkal kita dibuatnya. Yups, mahasiswa asal Medan itu ternyata pandai juga bahasa Sunda etc.

Nah ada juga ni, Ari Wibowo ini terbilang muka yang baru di dunia Stand Up. Dia adalah lawyer yang gokil. Berhasil keluar dari ke-monotonan-an dunia hukum men. Asli, kiraiin dia selalu jayus, ternyata makin ke sini makin lucu euy.

Terakhir ada Gilang Bhaskara. Dia juga gokil dan smart kalo gue bilang. Mahasiswa yang khas dengan rambut kribonya ini selalu mengangkat hal yang remeh dan menggali, menyajikan dengan apik menjadi sebuah lelucon yang unpredictable. Amazing. Smart, Fun, Simple. This man is one of my typical BF. LOL.

Overall saya sangat antusias dengan hal-hal berbau komedi. Kehadiran Stand Up Comedy di Indonesia pun jadi berita baik buat saya pribadi. Apalagi di Makassar udah ada komunitasnya yang menurut saya gak kalah gokil. Jujur men, mereka gokil, meski baru beberapa. Tapi thumbs up guys. Kalian harus meningkatkannya. Keep it up (berasa jadi juri SUCI aja). Langsung aja follow twitternya @StandUpIndoMKSR untuk get to know each other. Satu lagi, yang harus saya syukuri adalah Ayah saya, Drs. Hading M.Ag ternyata tertarik dan kalau saya bilang sih suka juga nonton SUCI di TV. FYI, TV di rumah saya hanya satu men. Jadi emang harus berbagi kalau lagi nonton. Its OKE, bapak saya sangat suka nonton berita, seperti bapak-bapak pada umumnya. Dan saya juga suka berita. Tapi bukan hanya berita kesukaannya. Tinju, Tembang Kenangan pun disadap. Itu yang menjadi satu kerugian bagi saya. Dan ketertarikannya pada SUCI membuat saya bisa bernapas lega. Karena saat menyaksikan audisi sampai penampilan comics, Bapak gak bakal ganti channel men. Isnt it cool? Akuin aja kalau itu cool. Haha.

Terlepas dari itu semua, boomingnya Stand Up Comedy di Indonesia dipelopori TV nasional yang saya mention di atas. Well, thank god kita semua di Indonesiajadi berkembang lewat sisi hiburannya karena keberagaman seni komedinya. Salah satunya ya dengan SUCI ini.

Saya pribadi suka tertawa. Apalagi dengan teman-temandekat saya yang suda tahu persis bagaimana selera humor sayaKalau ketemu kita bahkan bisa tertawa habis-habisan. Namun mengingat hadis Nabi bahwa tertawa bisa mematikan hati, sebaiknya disesuaikanlah,hhe.

Nah, spesifik pada Stand Up Comedy, jujur awalnya saya tahu lewat video Stand Up Raditya Dika dan Pandji via YouTube. Sumpah, lucu bgt. Actually, mereka mencoba untuk mengkritik segala hal bahkan yang remeh temeh sekalipun. Alhasil, ujung-ujungnya kita agak tercerahkan, dan sampai sadar, berkata “oh iya ya”. Kadang, hal itu memang kembali membuat kita berpikir tentang fenomena sekecil apapun. Pandji sendiri mengatakan Stand Up adalah comedy cerdas. Mengajak comic dan penontonnya untuk berpikir kritis atau istilah keren Pandji “Merdeka Dalam Ketawa”. Materinya pun cenderung berat, membicarakan hal-hal polit, hiburan, ekonomi, intinya kebanyakan tentang Indonesia.

Sebagian besar comic memang kritis dan smart. Rasa fearless (tak takut) mereka untuk menyinggung pejabat bahkan kepala negara sekalipun saya kagumi secara pribadi. Ini membuktikan kebebasan berpendapat emang panting bro. Selain itu, kalau kinerjanya emang gak benar ya patut untuk dikritisi.

Huah, makin ke sini makin berat ya.Udahan dulu deh. Nurul signing out😉

One thought on “I Love Suci

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s