Appreciation and Excitement

Berikut curhatan saya yang membuat kkn, again worth it. I mean kkn reguler.

Well, di wajo saya bersama sembilan teman posko tinggal di rumah pak kepala desa Alewadeng, Benteng Luwu. Suasananya amat sangat asri. Penduduk yang ramah nan tentram. Hal yang membuat saya kagum adalah apresiasi dan excitement yang masyarakat tunjukkan, dari anak kecil sekalipun.

Yah, berurusan dengan anak anak memang selalu menyenangkan bagiku. Makhluk kecil yang innocent dan imut, pelipur lara dengan kepolosan dan semangat mereka untuk mempelajari hal hal yang baru.

Penyambutan yang hangat sudah saya rasakan bersama teman teman lainnya sejak tiba di Alewadeng. Jangan heran, jumlah mahasiswa yang kkn di Wajo lumayan banyak. Di pasar, jalanan, masjid, anak kkn sangat mudah dideteksi. Jika memperkenalkan diri, mereka akan menimpali dengan “iye, saya tahu anak kkn ki'”. Simpel dan wajar memang, but for me, its such an honourable moment. Entahlah asumsi atau apa, tapi mungkin di daerah ini mahasiswa kkn cukup memberi kesan yang baik. So far so good. But the hardest part is to keep it up.

Salam dan senyum ramah memang menjadi semacam mood booster untuk saya pribadi. Ini merupakan semacam ajang pernghargaan terhadap hal hal kecil sekalipun. Bagi mereka, we re a young generation dan intelek. Sebuah komplimen sekaligus ujian berat.

Selain apresiasi, rasa kegembiraan yang besar or excitement saya dapatkan dari anak anak Alewadeng. Mulai dari anak PPAUD sampai SD. FYI empat mahasiswi termasuk saya diminta mengajarkan seni tari terkait adanya lomba se kecamatan. Pertama kali bertatap muka dengan belasan anak PPAUD yang imut dan polos, mereka langsung berujar “halo kak kkn”. That was a lil bit shocked for me,lol.

Sampai saat ini di hari ke dua belas, kegemasanku pada mereka semakin memuncak. Wilda, yang selalu gembira melihat anak kkn jika berkunjung ke rumahnya. Risti yang selalu meneriaki anak kkn yang lewat di jalanan, nurul yang tersipu malu jika diajak bicara, ada juga hasnah, yang kegirangan melihatku kami shalat di masjid. Usai shalat, saya melambaikan tangan padanya dan ia kaget, berlari kegirangan, memberi tahu temannya yang lain bahwa kami ada di sana. Sontak sekumpulan anak mengintip satu persatu di balik pintu menjelang isya. Haha, am i way too far?? Whatsoever lol

Belum lagi semangat yang ditunjukkan siswa SD 329 Benteng Luwu saat belajar bahasa inggris. Fajrin, anak kelas enam, si ketua kelas yang selalu kuandalkan. Tiba tiba harus pergi mendadak karena ingin lanjut smp di pesantren immim (yang ini juga menggembirakan). Linda, kakak perempuan wilda yang juga cantik, si juara kelas yang aktif di kelas. Baso, Rudi, Udin yang semangatnya berlebihan atau boleh dikatakan agak ribut dan kadang menjahili temannya. Ada juga Arham yang oleh temannya dipanggil Arhangak ketinggalan Mujahid dan saudaranya, yang menurutku kembar. Anak yang satu ini dipanggil Jahi’ oleh temannya, cukup gokil.

Masih banyak excitement yang belum sempat kuluapkan. Karena ini sudah waktunya istirahat dan besok ada jadwal mengajar lagi. Selain itu, tentu kami semua berharap excitement akan meningkat, bertambah dan bertahan seiring berjalannya hari. Semoga ya Allah. Amin. Oyasuminasai:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s