Ketika Kamu Hanya Butuh Dirimu

Sesak jika hanya mengingat kejadian belakangan.

Saat kamu sok meyakinkan dirimu, atau dengan berani meyakinkan yang lain bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Well, itu bukan suatu masalah sih.

Yang menjadi masalah adalah ketika kita melihat “baik-baik saja” sebagai sesuatu yang benar-benar baik, Literally.

Dan masalahnya lagi, dalam siklus kehidupan, di kaca mata orang bija, baik tidak selamanya berarti baik.
 You know what I mean🙂

 

Jejak derita yang kita tinggalkan di belakang harus betul-betul terabaikan oleh mata, dan hati.

Sejenak, kita pikir kita sendiri.

Hmm mungkin butuh semacam suntuikan spirit dari orang-orang tertentu, insan dambaan.

 

Mengapa tak pecahkan saja gelasnya? Kata Cinta.

Mengapa tak bangun dunia sendiri? kata Ku.

Dunia yang hanya butuh otoritasmu atas dirimu.

Berpikir, berbuat dan bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan.

 

Berangan-angan, melepas keraguan.

Semuanya hanya dengan seizin dirimu.

 

Nyalakan kembali bara api dalam diri.

Api semangat yang menggebu atas pengharapan selama ini.

Jangan izinkan mereka menilai atas pencapaian.

Hanya kamu (dan kuasaNya)
 berpadu dalam kekuatan spiritual yang mahadasyat.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s